wahsyi bin harb al-habsyi

wahsyi bin harb al-habsyi [Ilustrasi] Wahsyi tahu dirinya tak layak. Namun, hatinya tak bisa berbohong—ia merindukan Rasulullah. Ingin mendekat, namun dosanya menahannya. Maka dari kejauhan, ia mencuri pandang. Berulang kali. Setiap kali Rasulullah lewat, ia menunduk, lalu diam-diam mengangkat wajahnya lagi—ingin melihat lebih lama. Ia hanya bisa menangis dalam diam, namun setidaknya ia masih bisa melihat sang Nabi—melihat cahaya di wajahnya, kasih di matanya. Lalu kita? Jarak kita lebih jauh… Bukan hanya oleh dosa, tapi oleh waktu. Jika Wahsyi menangis karena tak bisa mendekat, mengapa kita tidak menangis lebih kencang dan tersiksa, ketika bahkan untuk mencuri pandang pun tak bisa?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Ijazah dari KH Maimoen Zubair Agar Memperoleh Rezeki Yang Banyak dan Berkah"

Barang siapa ketika ada orang meninggal

Keteladanan Kiai Maimoen Tentang Amplop Bisyaroh